Menavigasi Disrupsi: Strategi PGRI dalam Menghadapi Tantangan Teknologi Pendidikan
Berikut adalah langkah-langkah strategis PGRI dalam mengawal transformasi teknologi pendidikan:
1. Rebranding Melalui PGRI Smart Learning and Character Center (SLCC)
PGRI menyadari bahwa teknologi bukan sekadar alat, melainkan ekosistem. Melalui SLCC, PGRI melakukan langkah konkret:
-
Pelatihan Konten Kreatif: Mendorong guru menjadi content creator edukasi agar pembelajaran di kelas bisa bersaing dengan daya tarik media sosial.
2. Mempersempit Kesenjangan Digital (Digital Divide)
Tantangan terbesar teknologi di Indonesia adalah infrastruktur. PGRI berperan sebagai jembatan bagi guru di daerah terpencil dengan cara:
-
Advokasi Infrastruktur: Terus mendesak pemerintah untuk memeratakan akses internet dan perangkat teknologi bagi guru dan sekolah di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
3. Menjaga Sisi Humanis di Tengah Digitalisasi
Teknologi seringkali membuat interaksi menjadi dingin. PGRI konsisten mengingatkan bahwa teknologi adalah hamba, bukan tuan.
-
Etika Digital: Mengajarkan guru tentang keamanan siber (cyber security) dan etika berkomunikasi di ruang digital agar guru dapat membimbing siswa terhindar dari dampak negatif internet.
4. Digitalisasi Organisasi untuk Kecepatan Informasi
PGRI memulai perubahan dari dalam diri sendiri. Dengan sistem keanggotaan digital (SISFO PGRI), organisasi ini memastikan:
-
Informasi mengenai kebijakan pendidikan terbaru tersampaikan secara real-time ke ponsel setiap anggota.
5. Kolaborasi dengan Raksasa Teknologi
PGRI tidak bekerja sendiri. Mereka menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi global (seperti Google, Microsoft, atau perusahaan EdTech lokal) untuk memberikan lisensi gratis, pelatihan bersertifikat, dan akses perangkat bagi para anggotanya.
Kesimpulan
Tantangan teknologi pendidikan bukanlah ancaman bagi PGRI, melainkan peluang untuk membuktikan bahwa guru Indonesia adalah pembelajar sepanjang hayat (long-life learner). PGRI memastikan bahwa dalam perlombaan melawan algoritma, guru tidak tertinggal di belakang, melainkan tetap berada di depan sebagai pengendali teknologi demi kemajuan anak bangsa.
Teknologi hanyalah alat, namun di tangan guru yang tepat, ia adalah keajaiban.
monperatoto
monperatoto
monperatoto
situs gacor
toto togel
situs slot resmi
monperatoto
slot resmi
togel online
situs toto
togel






